Tsulits Hamdan Mubarok Al Asyrofy, NIM.21110124 (2025) ―Pembentukan Karakter Siswa Sekolah Menengah Atas (SMA) Melalui Kurikulum Pendidikan Agama Islam di Indonesia dalam Perspektif Al-Ghazali.‖. Diploma thesis, Institut Agama Islam Nahdlatul Ulama ( IAINU) Kebumen.
1. COVER.pdf - Published Version
Download (838kB)
2. BAB I.pdf - Published Version
Download (409kB)
3. BAB II.pdf - Published Version
Download (708kB)
4. BAB III.pdf - Published Version
Download (205kB)
5. BAB IV.pdf - Published Version
Restricted to Repository staff only
Download (228kB)
6. BAB V.pdf - Published Version
Download (156kB)
7. DAFTAR PUSTAKA.pdf - Published Version
Download (181kB)
Abstract
ABSTRAK
Tsulits Hamdan Mubarok Al Asyrofy, 21110124. Penelitian ini
bertujuan untuk mengeksplorasi secara mendalam konsep pembentukan karakter dalam pendidikan Islam melalui sudut pandang pemikiran Al-Ghazali, sekaligus mengevaluasi pelaksanaan kurikulum Pendidikan Agama Islam (PAI) di Indonesia dalam membentuk karakter peserta didik. Latar belakang kajian ini berpijak pada fenomena bahwa pembelajaran agama di lembaga pendidikan formal masih cenderung bersifat teoritis dan menekankan aspek kognitif semata. Akibatnya, nilai-nilai moral dan spiritual yang diajarkan sering kali tidak tertanam kuat dalam perilaku peserta didik. Padahal, esensi pendidikan Islam sejatinya
adalah membentuk manusia yang tidak hanya unggul secara intelektual, jtetapi juga memiliki kepribadian yang luhur, spiritualitas yang mendalam, dan akhlak
yang terpuji. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif dan metode studi pustaka, penelitian ini menelusuri pemikiran Abu Hamid Al-Ghazali, terutama melalui karya monumentalnya Ihya Ulum al-Din, yang mengajukan gagasan bahwa
pendidikan harus diarahkan pada proses penyucian jiwa (tazkiyat al-nafs), pembiasaan terhadap perilaku baik (ta‟dib), serta menekankan pentingnya keteladanan guru dalam proses pendidikan. Selain itu, penelitian ini juga mengkaji
perjalanan dan implementasi kurikulum PAI di Indonesia, mulai dari KTSP (2006), Kurikulum 2013, hingga Kurikulum Merdeka, untuk melihat sejauh mana pendekatan karakter telah diintegrasikan dalam kebijakan kurikulum tersebut.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi kurikulum PAI di Indonesia masih menghadapi banyak kendala, terutama dalam hal integrasi antara dimensi kognitif, afektif, dan spiritual. Kurikulum yang ada dinilai belum
sepenuhnya mencerminkan pendekatan pendidikan holistik sebagaimana yang ditawarkan Al-Ghazali. Oleh karena itu, penelitian ini menyarankan perlunya pendekatan pendidikan yang lebih transformatif, integratif, dan berpusat pada
nilai-nilai moral dan spiritualitas Islam sebagaimana digagas oleh Al-Ghazali. Pemikirannya dapat dijadikan landasan konseptual dalam mendesain ulang
kurikulum PAI yang tidak hanya mendidik akal, tetapi juga membina jiwa dan membentuk akhlak
| Item Type: | Thesis (Diploma) |
|---|---|
| Additional Information: | Pembimbing :Agus Salim Chamidi,S.Sos.,M.Pd.I |
| Subjects: | L Education > L Education (General) |
| Divisions: | Fakultas Tarbiyah > Pendidikan Agama Islam |
| Depositing User: | Unnamed user with email admin@iainu-kebumen.ac.id |
| Date Deposited: | 04 Mar 2026 03:28 |
| Last Modified: | 04 Mar 2026 03:28 |
| URI: | https://eprints.iainu-kebumen.ac.id/id/eprint/1826 |
