Manajemen Pondok Pesantren Mambaul ‘ulum Purbalingga dalam Membentuk Santri Berwawasan Life Skill Bidang Pertanian

AGUS SETIAWAN, NIM.2348161 (2025) Manajemen Pondok Pesantren Mambaul ‘ulum Purbalingga dalam Membentuk Santri Berwawasan Life Skill Bidang Pertanian. Diploma thesis, Institut Agama Islam Nahdlatul Ulama ( IAINU) Kebumen.

[thumbnail of TESIS AGUS SETIAWAN TTD.pdf] Text
TESIS AGUS SETIAWAN TTD.pdf - Published Version

Download (3MB)

Abstract

ABSTRAK
MANAJEMEN PONDOK PESANTREN MAMBAUL ‘ULUM
PURBALINGGA DALAM MEMBENTUK SANTRI BERWAWASAN LIFE
SKILL BIDANG PERTANIAN AGUS SETIAWAN
NIM. 2348161 Pondok Pesantren adalah lembaga pendidikan yang fokus mengajarkan ilmu agama, termasuk berbagai kitab kuning. Selain itu, pesantren juga membekali santri
dengan berbagai keterampilan hidup positif, seperti menghafal hadis, praktik salat, memimpin doa, dan keterampilan hidup (life skill). Penelitian ini secara khusus mengkaji pengelolaan keterampilan hidup santri di bidang pertanian. Tujuan kegiatan ini adalah membekali santri dengan keterampilan yang dapat mereka gunakan ketika
kembali ke masyarakat. Penelitian ini menggunakan metode penelitian lapangan (field reseacrh) yang bersifat kualitatif. Penelitian ini menggunakan jenis pendekatan
studi Study Kasus, Objek penelitian dalam riset ini adalah Manajemen Pondok Pesantren Mambaul ‘Ulum Purbalingga dalam membentuk santri berwawasan life skill bidang pertanian. Hasil dari penelitian ini dapat disimpulkan bahwa Pondok
Pesantren Mambaul 'Ulum Purbalingga menerapkan strategi unik untuk membekali santrinya dengan keterampilan hidup (life skill) di bidang pertanian. Strategi ini melibatkan kolaborasi dengan sekolah formal di mana santri mengikuti seluruh kegiatan pondok dengan disiplin ketat sesuai visi dan misi, disertai pengawasan dan evaluasi yang intensif. Hasilnya, santri memperoleh soft skill berupa keterampilan
dasar pertanian seperti pengelolaan lahan, penyemaian bibit, perawatan, dan pembiakan. Program ini diharapkan dapat mendorong inovasi dari santri dalam mengembangkan pertanian dasar, baik dari segi teknik pengelolaan lahan maupun
produksi bibit unggul. Selanjutnya faktor pendorong (internal): Kemauan dan semangat pengasuh, tujuan didirikannya pesantren, kesadaran sosiologis, internalisasi
ajaran pesantren, (ekstternal) : kesadaran masyarakat dalam mendalami agama, kebutuhan masyarakat akan pendidikan, kemauan untuk membangun integrasi sosial,
menjaga keharmonisan sesama manusia. Kedua, faktor penghabat yaitu perubahan zaman dan teknologi, kurangnya komunikasi antara warga dan pesantren, lahan pertanian terbatas dan sarana prasarana pertanian yang kurang memadai.

Item Type: Thesis (Diploma)
Additional Information: Pembimbing :Dr. Maryanto,M.Sc
Subjects: L Education > L Education (General)
Divisions: S2 PASCASARJANA > Manajemen Pendidikan Islam
Depositing User: Unnamed user with email [email protected]
Date Deposited: 18 Jun 2026 03:41
Last Modified: 18 Jun 2026 03:41
URI: https://eprints.iainu-kebumen.ac.id/id/eprint/1881

Actions (login required)

View Item
View Item